ilustrasi meretas. sumber: bbcindonesia.com

ilustrasi meretas. sumber: bbcindonesia.com

 

Badan-badan intelijen AS dan Inggris dilaporkan berhasil memecahkan teknologi yang digunakan untuk mengenkripsi atau melindungi layanan internet seperti online banking, data medis dan email.

Pengungkapan informasi rahasia intelijen AS oleh Edward Snowden mengklaim bahwa KlikBadan Keamanan Nasional (NSA) AS dan GCHQ Inggris meretasprotokol-protokol kunci keamanan online.

Dokumen-dokumen tersebut juga mengklaim bahwaKlikYahoo dan Google termasuk dalam penyedia jasa internet yang menjadi sasaran.

NSA dituduh menghabiskan dana $250 juta (Rp2,5 triliun) setiap tahun untuk program rahasia yang dinamakan Bullrun.

Nama itu diambil dari perang sipil Amerika, berdasarkan dokumen yang diterbitkan oleh Guardian dan merupakan kelanjutan dari artikel senada di New York Times dan ProPublica.

Sedangkan program rahasia Inggris bernama Edgehill, yang diambil dari nama perang sipil pertama Inggris, demikian kata dokumen itu.

‘Persuasi di balik layar’

Edward Snowden. sumber: bbcindonesia.comLaporan itu mengatakan Klikbadan-badan intelijen Inggris dan ASberkonsentrasi pada enkripsi yang digunakan di ponsel pintar 4G, email, belanja online dan jejaring komunikasi bisnis jarak jauh.

Di bawah Bullrun, NSA dikatakan membangun komputer super canggih untuk menembus teknologi yang mengacak dan mengenkripsi informasi pribadi ketika pengguna internet mengakses berbagai layanan internet.

NSA juga bekerja sama dengan banyak perusahaan teknologi tanpa nama untuk membuat semacam pintu belakang ke piranti lunak mereka, sesuatu yang akan memungkinkan pemerintah mengakses informasi sebelum dienkripsi dan dikirim melalui internet.

Sebagaimana komputer super, metode yang digunakan meliputi “rekayasa teknis, perintah pengadilan dan persuasi di balik layar untuk menaklukkan protokol perlindungan keamanan komunikasi sehari-hari,” tulis New York Times dalam laporannya.

AS dilaporkan mulai menginvestasi miliaran dolar untuk program Bullrun pada 2000 setelah mereka gagal membuat “pintu belakang” di semua sistem enkripsi.

 

sumber: bbcindonesia.com

Iklan

Tentang muhammadarkhan

Seorang penulis yang suka membaca buku dan meminum teh.
Pos ini dipublikasikan di teknologi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s