Turoturial Menghipnotis

Jika anda telah membaca seluruh rangkaian teori yang ada di bagian Tutorial Hipnotis, dan anda telah memahaminya dengan baik,  maka kini saatnya anda bersiap untuk melakukan praktek untuk melakukan hipnotis. Sebaliknya, anda jangan terburu-buru melakukan praktek, jika anda belum benar-benar memahami aspek teori yang merupakan landasan bagi seluruh praktek yang ada.

Perlu disadari bahwa belajar secara mandiri tentu sangat berbeda dengan belajar di kelas pelatihan dimana anda akan saya bimbing tahap demi tahap sampai anda benar-benar dapat melakukannya secara benar. Oleh karena itu belajar mandiri melalui situs ini anda dituntut untuk berusaha sendiri, dan dapat menemukan filosofi yang ada dibalik setiap praktek yang disarankan.

Hipnotis adalah seni dan ketrampilan. Oleh karena itu latihan berulang-ulang mutlak dibutuhkan untuk menemukan ”roh” dari ketrampilan yang dimaksud. Mental “terlalu cepat menyerah” merupakan kendala yang paling utama dalam mempelajari hipnotis.

Artikel tentang panduan Praktek Hipnotis ini sendiri dibuat berseri, dan diberikan nomor pada setiap judul Artikel. Mohon agar anda membaca dan mempraktekkannya secara urut, dan tidak melompat-lompat, karena panduan ini telah disusun sedemikian rupa sehingga benar-benar akan membuat anda dapat mempraktekkan hipnotis jika anda melakukannya sesuai dengan panduan.

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipersiapkan dan diperhatikan, sebelum anda benar-benar melakukan praktek yang akan diberikan di artkel berikutnya :

Latihlah ketrampilan komunikasi dengan baik

Hipnotis adalah seni komunikasi, khususnya tentang penerapan sugesti. Latih diri anda untuk dapat berkomunikasi secara verbal (berbicara) dan non verbal (bahasa tubuh) dengan sangat baik, di dalamnya termasuk melatih artikulasi, nada bicara (tonality), dan ekspresi. Anda dapat berlatih di depan cermin, sampai dengan anda merasa bahwa komunikasi anda dapat meyakinkan dan menggerakkan seseorang yang akan menjadi partner anda dalam praktek hipnotis ini.

Tumbuhkan rasa percaya diri yang kuat

Hipnotis berhubungan dengan pikiran bawah sadar, dan pikiran bawah sadar memiliki kepekaan untuk ”menangkap” sinyal-sinyal tidak percaya diri dari orang lain. Demikian juga dengan praktek hipnotis yang akan anda lakukan, akan berpotensi gagal jika Subyek ”menangkap” sinyal rasa tidak percaya diri anda.

Carilah partner yang tepat

Untuk tahap awal praktek hipnotis sangat disarankan anda memilih partner yang tepat, yaitu mereka yang menaruh respek yang tinggi terhadap anda. Anda dapat memilih, misalkan : bawahan anda di lingkungan pekerjaan, atau sahabat anda yang memiliki keingin-tahuan yang tinggi terhadap hipnotis.

Berlatih terus pantang putus asa

Ketrampilan hipnotis dapat dianalogikan dengan menaiki sepeda. Saat pertama anda mempraktekkannya maka mungkin anda akan mengalami kesulitan luar biasa, bahkan nyaris tanpa hasil, sampai suatu titik tertentu tiba-tiba anda dapat melakukan hipnotis pertama anda dengan sangat baik, dan saat itulah akan muncul pemahaman yang benar-benar baru bagi anda. Bukan sesuatu yang aneh jika dalam upaya belajar hipnotis secara mandiri anda akan gagal di 5-10 orang Subyek pertama. Setiap pakar hipnotis pernah melalui hal ini, termasuk saya.

Konsultasi

Jika anda menemukan kesulitan, maka silakan anda berkonsultasi dengan saya melalui kolom komentar yang terdapat di bawah setiap Artikel, atau anda dapat bertanya melalui halaman Facebook saya yang beralamatkan di www.Facebook.com/HypnosisMaestro

Mohon agar setiap hal yang anda konsultasikan dapat dituliskan secara detail, terutama detail tentang hal-hal yang telah anda lakukan.

Nah, selanjutnya silakan anda bersiap-siap menuju ke artikel berikutnya untuk memulai praktek ini. Ingat, lakukan secara berurutan, gunakan panduan yang telah diberikan nomor secara berurutan pula test Sugesti.

Apakah Setiap Orang Bisa Dihipnotis?

orang-orang terhipnotis. sumber: creativity-online.com

orang-orang terhipnotis. sumber: creativity-online.com

 

Apakah setiap orang dapat di-hipnotis ? Tentu saja tidak ! Metode utama hipnotis adalah komunikasi, oleh karena itu hipnotis membutuhkan kerjasama dan juga persyaratan tertentu yang terkait erat dengan proses komunikasi.

Kemampuan seseorang untuk memasuki kondisi hipnosa disebut juga dengan istilah Hypnotisability, yang  dapat diartikan secara bebas sebagai “kemampuan untuk dapat memasuki kondisi hipnosa” atau kemampuan seseorang memasuki “Hypnotic State”.

***

Dalam konteks hipnotis formal, misalkan pada hipnotis panggung (Stage Hypnosis) atau hipnoterapi, maka seorang Subyek dapat dipandu untuk memasuki kondisi hipnosa jika memenuhi 3 persyaratan utama, yaitu :

(1). Subyek bersedia atau tidak menolak

Hipnotis terkait dengan pembukaan filter pikiran bawah sadar. Oleh karena itu jika seorang Subyek tidak nyaman atau menolak, secara otomatis filter pikiran bawah sadarnya akan tertutup. Sebagai contoh, ketika seorang klien dipaksa (misalkan oleh orang tuanya) untuk mengikuti sesi hipnoterapi, padahal yang bersangkutan benar-benar tidak menginginkannya, maka sesi hipnoterapi akan sulit dilakukan.

(2). Subyek memahami komunikasi

Hipnotis adalah penanaman pengertian yang dibentuk melalui komunikasi verbal dan non verbal. Jika seseorang memiliki gangguan panca indera (misal : gangguan pendengaran), maka sulit untuk menerima proses hipnotis. Demikian juga jika kata-kata kalimat dari Hypnotist tidak dipahami oleh Subyek, maka Subyek akan sulit untuk memasuki kondisi hipnotis.

(3). Subyek memiliki kemampuan untuk fokus

Salah satu faktor penting yang dapat mempermudah pembukaan filter pikiran bawah sadar adalah fokus. Oleh karena itu bagi Subyek yang memiliki kesulitan serius dalam fokus, sulit untuk dipandu memasuki kondisi hipnotis. Sebagai contoh, pecandu narkoba jenis putauw seringkali mengalami kerusakan indrawi, sehingga membuat yang bersangkutan tidakmampu lagi untuk fokus. Demikian juga untuk anak-anak berkebutuhan khusus, agak sulit untuk diterapkan hipnoterapi formal,, karena kesulitan untuk fokus ke hal tertentu untuk beberapa saat.

***

Dari penjelasan di atas, dapat dipahami dengan jelas bahwa hipnotis membutuhkan kerjasama yang baik antara Subyek dengan Hypnotist. Bahkan dapat dikatakan bahwa Subyek memegang peranan utama, oleh karena itulah disebut sebagai “Subyek”.

Nah, bagaimana pula peran seorang Hipnoterapis ? Terkait dengan Hypnotisability, maka Hipnoterapis berperan aktif membuat ketiga hal yang telah dijelaskan di atas dapat berlangsung dengan baik, yaitu :

Hipnoterapis yang baik dapat membuat seorang klien yang sebelumnya menolak, dapat berubah untuk secara sukarela mengikuti sesi hipnoterapi. Pada umumnya klien menolak terapi dikarenakan kurang memahami proses hipnoterapi secara benar, dan memiliki kekhawatiran jika nantinya akan dikendalikan oleh Hipnoterapis.

Hipnoterapis yang baik dapat menyesuaikan pola komunikasi sesuai dengan strata dari klien yang dihadapinya.

Hipnoterapis yang baik dapat membantu klien agar dapat lebih mudah fokus. Pada umumnya klien dengan tingkat sugestivitas tinggi sekalipun, pada saat mengalami permasalahan, maka akan kesulitan untuk fokus. Hipnoterapis dapat memandu klien agar dapat lebih rileks, sehingga lebih mudah memasuki kondisi fokus.

***

Ketika seseorang sudah memenuhi 3 persyaratan yang dimaksud, maka secara teoritis yang bersangkutan dapat dipandu memasuki kondisi hipnosa. Pertanyaan berikutnya, apakah dengan memenuhi 3 persyaratan ini, seseorang secara otomatis menjadi mudah dihipnotis ? Tentu saja tidak ! Ini adalah hal yang berbeda.

Sulit atau mudahnya seseorang untuk dipandu ke kondisi hipnosa sangat tergantung dengan banyak hal, antara lain terkait dengan latar belakang, kebiasaan, bahkan pola pikir yang bersangkutan.

Apa yang menyebabkan seseorang mudah dihipnotis ?

Pendapat yang beredar di kalangan umum, seringkali dikatakan bahwa seseorang yang mudah dihipnotis adalah dikatakan ”lemah”. Hal ini sama sekali tidak benar ! Subyek menjadi mudah memasuki kondisi hipnosa, umumnya karena :

  • Subyek memiliki kepribadian yang terbuka, dan cenderung ingin mencoba atau mengalami pengalaman baru.
  • Subyek memiliki profesi yang menyebabkannya cenderung mudah untuk fokus. Sebagai contoh, profesi atlet dan militer memiliki kecenderungan untuk mudah fokus.
  • Subyek memiliki profesi di bidang kreatif, sehingga sangat mudah berimajinasi. Sebagai contoh banyak profesi dibidang seni sangat melibatkan kemampuan untuk berimajinasi.

Apa pula yang menyebabkan seseorang sulit dihipnotis ?

Seorang Subyek yang sudah memenuhi 3 persyaratan dimaksud, terkadang sangat sulit untuk dipandu memasuki kondisi hipnosa. Hal ini disebabkan beberapa faktor, antara lain :

  • Subyek merupakan pribadi yang cenderung memiliki dominasi yang tinggi di lingkungannya sehari-hari.
  • Subyek memiliki kebiasaan berpikir terus menerus. Biasanya disebabkan oleh faktor kebiasaan karena profesi.
  • Subyek memiliki keinginan yang sangat tinggi untuk memasuki kondisi hipnosa. Keinginan yang sangat tinggi menyebabkan pola gelombang otak yang semakin cepat (tinggi) sehingga berlawanan dengan kondisi hipnosa.

Bagaimana menangani klien yang sulit dihipnotis ?

Selama klien memenuhi 3 persyaratan dasar, maka klien dapat dipandu menuju ke kondisi hipnosa, hanya saja mungkin membutuhkan hal-hal khusus, misalkan :

  • Membutuhkan suasana khusus, biasanya suasana yang tenang dan nyaman.
  • Membutuhkan teknik khusus, misalkan teknik induksi tertentu.
  • Membutuhkan waktu yang lebih lama. Dalam konteks terapi, seringkali beberapa sesi awal ditujukan untuk membiasakan klien untuk mengenali kondisi relaksasi, sebelum berlanjut memasuki kondisi yang lebih dalam yaitu hipnosa.

***

Dari penjelasan di atas, dapat dipahami bahwa hipnotis bukanlah proses ajaib yang dapat berlangsung begitu saja, melainkan sangat membutuhkan kerja sama dan saling pengertian antara Subyek dengan Hypnotist. Bahkan dapat dikatakan bahwa seorang Hypnotist adalah sekedar menjadi fasilitator dalam rangkaian proses ini, sedangkan peran terbesar justru terdapat pada Subyek.

 

sumber; hipnotis.net

 

 

Iklan

Tentang muhammadarkhan

Seorang penulis yang suka membaca buku dan meminum teh.
Pos ini dipublikasikan di psikologi, sains. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s