Menari Tingkatkan Kemampuan Bahasa

ilutsrasi BreakDance. sumber: www.ririsdanceacademy.co.uk

ilutsrasi BreakDance. sumber: http://www.ririsdanceacademy.co.uk

 

Bergerak seiring irama musik dinilai memiliki kaitan erat dengan kemampuan bahasa yang lebih baik, sebuah penelitian menunjukkan.

Para peneliti mengatakan orang-orang yang bergerak lebih baik dalam pemeriksaan ritmis juga menunjukkan respon saraf yang meningkat ketika diperdengarkan suara pidato.

Dalam Journal of Neuroscience, penulis berpendapat bahwa irama merupakan bagian integral dari bahasa.

“Kita tahu bahwa bergerak mengikuti irama yang stabil adalah satu keahlian dasar tidak hanya untuk Klikmenari tetapi juga terkait dengan kemampuan berbahasa,” kata Profesor Nina Kraus dari Auditory Neuroscience Laboratory di Northwestern University, Illinois, Amerika Serikat.

Dalam penelitian ini, lebih dari 100 remaja diminta untuk menekan jari-jari mereka seiring irama musik. Akurasi mereka diukur dengan seberapa dekat respon mereka sesuai dengan waktu metronom.

Selanjutnya, untuk memahami dasar biologis dari kemampuan berirama, tim juga mengukur gelombang otak peserta mereka dengan elektroda. Teknik yang disebut electroencephalographyini bertujuan untuk mengamati aktivitas listrik di otak dalam menanggapi suara.

Saling terkait

dance. Penelitian menunjukkan remaja yang sulit membaca juga kesulitan melakukan tugas motorik dan mengikuti irama. sumber: bbcindonesia.com

Dengan menggunakan pendekatan biologis ini, para peneliti menemukan bahwa mereka yang memiliki pelatihan musik yang lebih baik juga memiliki respon saraf yang lebih tinggi untuk suara pidato. Pada mereka yang sedikit mendapatkan pelatihan musik respon ini berkurang.

“Penelitian menunjukkan bahwa ternyata remaja yang sulit membaca juga kesulitan melakukan tugas motorik dan mengikuti irama. Dalam pidato dan musik, ritme menyediakan peta ke lokasi yang paling mungkin memiliki makna,” kata Profesor Kraus kepada BBC News.

Gelombang otak dicatat sangat cocok dengan gelombang suara, katanya. “Anda bahkan dapat mengambil rekaman gelombang otak dan memainkannya kembali melalui speaker dan akan terdengar seperti bunyi yang dihasilkan gelombang suara.

“Tampak bahwa pelatihan musik dengan penekanan pada keterampilan berirama – dapat melatih sistem auditori, yang menyebabkan kejutan pada berkurang dan memperkuat asosiasi suara yang berperan penting untuk belajar membaca,” tambah Kraus.

John Iversen dari University of California di San Diego mempelajari bagaimana otak memproses musik. Dia tidak terlibat langsung dengan penelitian tetapi setuju bahwa pelatihan musik bisa memiliki dampak penting pada otak.

“Studi ini menambahkan keterangan yang menjelaskan bahwa kemampuan musik-irama dapat berkorelasi dengan peningkatan kinerja di bidang yang bukan musik, terutama bahasa,” katanya.

 

Menari Menggunakan Pisau

pisau yang digunakan untuk menari. sumber: vemale

pisau yang digunakan untuk menari. sumber: vemale

 

Apa yang terlintas di benak Anda ketika melihat balerina? Cantik, anggun dan lemah gemulai bukan? Ditambah dengan baju ketat rok tutu semakin membuat penampilan seoran penari ballet sangat feminim. Bila Anda ingin melihat hal yang berbeda dalam keindahan ballet, mungkin film dari artis Javier Perez yang berjudul En Puntas.

En Puntas  yang berarti ‘Di Ujung’ artis Javier Perez dengan sangat indah merangkum keindahan balet dalam keanggunan, kecantikan dan kerapuhan dalam satu paket. Tapi satu hal yang membuat karyanya berbeda adalah ia juga berhasil menambahkan satu elemen lagi dalam tarian balet, yaitu gelap dan menyeramkan.

 

Dilansir oleh Boredpanda, film En Puntas dilakukan oleh Amelie Segarra yang menarikan teknik balet en pointe yang merupakan tarian dimana penari biasanya menari dengan menggunakan ujung-ujung jari kaki. Tapi teknik yang ia tampilkan dalam tarian balet di film ini menggunakan pisau dapur yang tajam pada ujung sepatu balet yang dilakukan di dalam ruangan teater yang kosong dan gelap.

 

sumber: bbcindonesia.com dan vemale,com

Iklan

Tentang muhammadarkhan

Seorang penulis yang suka membaca buku dan meminum teh.
Pos ini dipublikasikan di sains dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s